Peneliti Gunakan AI untuk Identifikasi Obat COVID-19

Stefanie Tanaki . February 16, 2021

Foto: UNPI Cianjur

Teknologi.id - Obat yang telah beredar di pasaran dan digunakan oleh manusia ternyata memiliki potensi untuk dapat melawan COVID-19. Hal ini dapat diketahui dengan mengidentifikasinya menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteligent (AI). 

Dilansir dari The Next Web, pada hari Selasa (16/2), para ilmuwan telah menggunakan machine learning yang merupakan cabang dari AI untuk menemukan obat yang sudah ada di pasaran yang juga dapat melawan COVID-19 pada pasien lansia. Hal ini disebabkan karena membuat obat baru membutuhkan waktu yang sangat lama. 

“Membuat obat baru membutuhkan waktu yang sangat lama. Sungguh, satu-satunya pilihan yang bijaksana adalah dengan menggunakan kembali obat-obatan yang ada," kata rekan penulis studi Caroline Uhler, seorang ahli biologi komputasi di MIT.

Tim peneliti mencari pengobatan yang berpotensi dapat melawan COVID-19 dengan menganalisis perubahan ekspresi gen dalam sel paru-paru yang disebabkan oleh penyakit dan penuaan. Uhler mengatakan kombinasi ini dapat membantu ahli medis menemukan obat untuk diuji pada orang tua.

Baca juga: Jaguar Hanya Akan Menjual Mobil Listrik di Tahun 2025

Untuk itu, peneliti harus melalui tiga proses. Pertama, membuat daftar obat yang dijadikan kandidat untuk diidentifikasi menggunakan autoencoder. Autoencoder merupakan sejenis jaringan saraf yang menemukan representasi data dengan cara yang tidak diawasi. Autoencoder kemudian akan menganalisis dua kumpulan data pola ekspresi gen untuk mengidentifikasi obat yang tampaknya mampu melawan virus.

Selanjutnya, para peneliti mempersempit daftar dengan memetakan interaksi protein yang terlibat dalam jalur penuaan dan infeksi. Mereka kemudian mengidentifikasi area tumpang tindih antara dua peta. Proses ini dapat menunjukkan jaringan ekspresi gen yang harus ditargetkan obat untuk melawan COVID-19 pada pasien yang lebih tua.

Terakhir, tim tersebut menggunakan algoritme statistik untuk menganalisis kausalitas dalam jaringan. Ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi gen spesifik yang harus ditargetkan obat untuk meminimalkan dampak infeksi.

Sistem tersebut menyoroti gen RIPK1 sebagai gen spesifik yang menjadi target dari obat COVID-19. Para peneliti kemudian menemukan daftar obat yang disetujui dan dapat  bekerja pada RIPK1.

Baca juga: Mengenal Clubhouse, Sosmed Baru yang Mulai Booming di RI

Beberapa di antaranya bahkan merupakan obat yang telah disetujui untuk mengobati kanker. Sementara itu, obat yang lain sudah diuji pada pasien COVID-19.

Memperkenalkan kelas premium teknologi.id untuk kalian yang ingin belajar UI UX Designer, Product Research, Esport Business Class, Digital Marketing, dan Sales & Marketing Professional bersama mentor-mentor berpengalaman dengan materi yang berkualitas serta up to date sesuai yang kalian butuhkan. Segera daftarkan dirimu untuk mendapatkan harga terbaik, jangan sampai ketinggalan!

teknologiid events

Meskipun begitu, para peneliti mencatat bahwa percobaan in vitro dan uji klinis yang ketat masih diperlukan untuk menentukan kemanjurannya. Tidak berhenti sampai menemukan obat untuk COVID-19, kerangka kerja penelitian ini juga mungkin akan diperluas sehingga dapat menemukan obat yang dapat digunakan untuk penyakit-penyakit lain. 

"Sementara kami menerapkan platform komputasi kami dalam konteks SARS-CoV-2, algoritme kami mengintegrasikan modalitas data yang tersedia untuk banyak penyakit, sehingga membuatnya dapat diterapkan secara luas," tulis Uhler.

(st)


teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler