Ma'ruf Amin: Vaksin Tidak Halal pun Tidak Apa-apa Dikonsumsi

Indah Mutia Ayudita . October 04, 2020

Foto: Antara

Teknologi.id - Ulama senior sekaligus Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 yang tengah disiapkan oleh pemerintah tidak harus halal. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara wakil presiden Masduki Baidowi.

Penyataan Ma'ruf tersebut keluar saat meeting dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengenai progress vaksin yang tengah dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi berbasis di Cina, Sinovac, dalam kerjasamanya dengan perusahaan farmasi milik negara, PT. Bio Farma.

Baca juga: Elon Musk Enggan Divaksin COVID-19, Kenapa?

"Wapres menjelaskan hal yang sangat penting: jika vaksin bisa dibuat dari bahan-bahan yang halal maka bagus, tidak ada masalah. Namun, jika ada kandungan yang tidak halal, pun tidak menjadi masalah," kata Masduki pada hari Jumat, 2 Oktober  2020. "Situasinya sedang genting seperti ini, maka vaksin non-halal pun tidak masalah." jelasnya.

Penyataan ini sempat bertolak belakang dengan pernyataan yang sebelumnya dilontarkan Masduki pada bulan Agustus. Dilansir dari The Jakarta Post, Wakil Presiden RI tersebut mendesak Bio Farma untuk memastikan vaksin Covid-19 yang akan beredar di Indonesia sudah memiliki sertifikasi halal.

Masduki juga menyebutkan Ma'ruf akan meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pergi ke Beijing agar bisa memastikan secara langsung apakah vaksin yang dibuat halal.

Baca juga: Pemerintah Beberkan Rencana Penurunan Harga Swab Test

"Tapi tidak jadi masalah. Mengapa? Saya jelaskan sekali lagi bahwa vaksin yang tidak halal dalam situasi mendesak boleh dikonsumsi," katanya.

Sebelumnya, status vaksin halal menjadi permasalahan di tahun 2018 dalam kampanye vaksinasi campak dan rubella yang dilakukan pemerintah.

Pada saat itu, MUI mengeluarkan fatwa yang menyebutkan vaksin campak dan rubella bersifat mubah (boleh), meskipun mengandung bahan turunan dari babi, karena vaksin halal belum dibuat sehingga disebut sebagai "syariah darurat ".

Meskipun fatwa dari MUI menyebutkan vaksin tersebut mubah, MUI cabang Kepulauan Riau tetap menolak vaksin tersebut. "Jika vaksin MR (measles-rubella) sangat penting, maka kita desak pemerintah untuk segera membuat yang halal sehingga aman bagi Muslim," kata sekretaris MUI Kepulauan Riau Ustadz Santoso pada saat itu.

(im)

teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya

Berita Terpopuler