Vaksin Corona Buatan AstraZeneca dan Universitas Oxford Teruji Positif

Nimas Disri . July 22, 2020

Foto: Euronews

Teknologi.id - Vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan hasil positif saat pengujian pada manusia. Hasil positif ini ditandai dengan kekebalan tubuh yang berhasil dibentuk dan tidak adanya efek samping berbahaya. 

Vaksin yang diberi nama AZD1222 ini dapat memicu respons sel-T dalam 14 hari dan antibodi dalam 28 hari setelah penyuntikan. Meski begitu, Sarah Gilbert, pengembang vaksin dari Universitas Oxford, mengaku belum mengetahui seberapa kuat vaksin ini menangkal virus. Maka dari itu, para peneliti menyatakan bahwa uji coba ini masih panjang. 

Baca Juga: Ilmuwan Ciptakan Filter Udara yang Mampu Bunuh 99,8% Virus Corona

"Masih banyak yang harus digarap sebelum bisa mengatakan virus ini dapat mengendalikan pandemi virus corona," tutur Gilbert. 

Uji coba terhadap vaksin ini dilakukan pada 1.077 orang yang berusia 18-55 tahun tanpa riwayat terinfeksi SARS-CoV-2 dan berlangsung di lima rumah sakit di Inggris sejak April hingga Mei 2020. Peneliti memberikan vaksin Covid-19 dan vaksin meningitis secara acak, tetapi tidak ada efek samping serius yang dialami pasien selain kelelahan dan sakit kepala. Efek samping lain yang juga muncul ialah rasa sakit di area suntik, nyeri otot, malaise, kedinginan, dan demam. 

Untuk melanjutkan pengujian, akan dilakukan uji coba fase tiga yang nantinya akan berlangsung di Brasil, Afrika Selatan, dan Inggris. 

Sejauh ini, AstraZeneca sudah mengesahkan perjanjian dengan beberapa negara, bahkan Inggris sudah memesan 100 juta dosis. AstraZeneca sendiri telah menargetkan dapat memproduksi massal vaksin ini pada akhir tahun 2020. 

Baca Juga: WHO: Ada Bukti Virus Corona Dapat Menyebar di Udara

"Target akhir tahun memungkinkan, tetapi itu belum pasti. Ada tiga hal yang harus kami perhatikan sebelum itu terlaksana," tegas Gilbert. 

Uji coba fase pertama dan kedua memang menjanjikan, tetapi masih perlu uji coba fase ketiga yang melibatkan komunitas besar untuk menguji kecocokan vaksin pada berbagai ras hingga usia. 

Semoga vaksin ini segera lulus uji coba fase terakhir sehingga dapat digunakan untuk pasien Covid-19 di seluruh dunia, ya. 

(nd) 

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya