Nintendo Berhasil Tangkap Dua Hacker Konsol Switch

Indah Mutia Ayudita . October 04, 2020

SX Pro, a USB untuk memainkan game bajakan pada Nintendo Switch. Foto: Team Xecuter

Teknologi.id - Dua anggota organisasi pembajakan dan peretasan konsol yang dikenal sebagai Team Xecuter telah ditangkap dengan tuduhan penipuan.

Kedua terdakwa, Gary Bowser dan Max Louarn berasal dari Kanada, namun ditangkap di Republik Dominika. Keduanya juga dituduh sebagai pemimpin Team Xecuter, yang membuat alat untuk membobol perangkat gaming yang terkunci.

Team Xecuter terkenal canggih karena berhasil meretas perangkat Nintendo, termasuk hadirnya perangkat USB yang disebut SX Pro yang memungkinkan Nintendo Switch menjalankan game-game bajakan. Team Xecuter juga membuat alat untuk meretas Nintendo 3DS dan NES Classic.

Baca juga: 5 Game Gratis Terbaru untuk Dimainkan di Rumah, Bikin Happy

Nintendo menyadari keberadaan kelompok ini, bahkan sudah melayangkan dua tuntutan terhadap organisasi ini pada bulan Mei lalu, dengan tujuan utama menutup pengecer pihak ketiga yang menjual produk Team Xecuter secara online.

Nintendo memiliki sejarah tersendiri terhadap penggunaan yang tidak sah atas barang-barang dengan kekayaan intelektualnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Nintendo 'menghabisi' situs ROM yang menghosting file game yang sudah dibajak, termasuk toko-toko online yang dijadikan wadah jual-beli konten bajakan dan alat-alat semacamnya.

Departemen Kehakiman telah memproses kasus ini lebih lanjut. "Para terdakwa diduga adalah pemimpin kelompok kriminal internasional yang meraup keuntungan secara ilegal selama bertahun-tahun dengan cara membajak teknologi video game perusahaan di Amerika Serikat," jelas Brian C Rabbitt, asisten jaksa agung Divisi Kriminal Departemen Kehakiman.

Baca juga: Animal Crossing Menangkan Game of The Year Versi TGS 2020

"Dengan ditangkapnya kedua terdakwa, departemen akan meminta pertanggungjawaban para hacker yang berusaha mengambil alih dan mengeksploitasi kekayaan intelektual perusahaan Amerika untuk keuntungan pribadi, dimana pun lokasinya,"

Departemen Kehakiman mencoba menegaskan perbedaan aktivitas yang dilakukan Xecuter dan peretasan konsol yang tidak mengambil untung sama sekali.

Xecuter disebutkan berusaha untuk melindungi bisnisnya dengan menggunakan berbagai merk, website, dan saluran distribusi, sesuai dengan dakwaan, sementara yang lain adalah kelompok hacker yang melakukan peretasan dengan tujuan 'mengembangkan' video game-nya miliknya sendiri tanpa ada aktivitas jual beli dan  murni karena kesukaannya terhadap game.

Kedua tersangka akan menjalani hukuman penjara selama 20 tahun jika terbukti bersalah untuk tiap tuduhan yang berat, dan tambahan 5 tahun untuk tuduhan yang lebih rendah.

(im)

teknologi id bookmark icon
Berita Terpopuler