Mark Zuckerberg Rugi Rp 100 Triliun, Ada Apa?

Alda Yuriska . June 29, 2020

Foto: Tech Crunch

Teknologi.id -  Gerakan #StopHateforProfit sepertinya membawa kabar buruk bagi bisnis Mark Zuckerberg, pasalnya gerakan ini memicu sejumlah perusahaan besar seperti Coca-cola, Unilever dan operator seluler Verizon yang memutuskan untuk menyetop bisnis iklannya di Facebook.

Akibatnya, kekayaan Mark Zuckerberg disinyalir turun lebih dari USD 7 miliar atau di kisaran Rp 100 triliun. Dikutip dari Fox News (26/06/2020), saham Facebook turun 8,3%, sehingga menghapus USD 56 miliar dari market value Facebook.

Seperti yang dilansir dari BusinessInsider (29/06/2020), keuntungan yang selama ini didapatkan Facebook terhitung nyaris 100 persen memang berasal dari iklan dan selama ini kekayaan Mark Zuckerberg sendiri ternyata juga disinyalir banyak berasal dari sahamnya di Facebook. 

Baca Juga: Desain Mewah dan Elegan dari Laptop HP Specter X360 13 (2020)

Alasan dibalik kampanye boikot iklan #StopHateforProfit ini, dinilai mendorong para perusahaan berhenti beriklan khususnya di Facebook karena dinilai menjadi corong rasisme serta tidak melakukan upaya yang cukup untuk menangkal ujaran kebencian.

"Iklan Anda dipakai oleh platform itu untuk meningkatkan dominasi mereka di industri dengan mengorbankan komunitas yang rentan dan termarjinalkan yang sering menjadi target kelompok kebencian di Facebook," kata pemicu gerakan itu, Anti Defamation League.

Menjawab pertanyaan tersebut, pihak Facebook berjanji akan lebih ketat dalam menangkal konten kebencian. Bahkan CEO sendiri, Mark Zuckerberg turut  berjanji akan melarang iklan yang mengancam kelompok dan menghapus konten yang memicu kekerasan.

Baca Juga: Deretan Vending Machine Unik yang Ada di Jepang

Selain itu, Facebook juga akan memboikot konten yang dinilai problematis. Namun untuk konten yang tidak masuk dalam kedua kategori tersebut, nantinya Facebook akan menandainya sebagai konten yang layak untuk diberitakan.

"Kami segera memberi label beberapa konten yang kami biarkan karena dianggap layak diberitakan," sebut Mark Zuckerberg.

(ay)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya