Google, Facebook, Microsoft, dan Amazon Kritik Kebijakan Trump Soal TKA

Sutrisno Zulikifli . June 23, 2020

Ilustrasi (Foto: Reuters)


Teknologi.id - Kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang membatasi tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja Amerika Serikat, mendapat respons keras dari perusahaan raksasa teknologi negeri Paman Sam tersebut. Facebook, Google, Microsoft, dan Amazon ramai-ramai mengkritik kebijakan yang mulai ditetapkan kemarin (22/6/2020) itu.

Dalam kebijakan tersebut, Trump melarang sekitar 525.000 orang untuk masuk AS, termasuk 170.000 warga negara asing (WNA) yang telah memegang green card yang dilarang memasuki AS sejak April 2020.

BACA JUGA: Mark Zukerberg Dinilai Pro Donald Trump, Ratusan Karyawan Mogok Kerja

Namun, kebijakan ini tidak berlaku pada TKA yang sudah memiliki visa kerja. Trump beralasan, kebijakan ini untuk menyelamatkan tenaga kerja domestik yang sedang kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan karena virus corona Covid-19.

Dilansir CNet, Juru Bicara Amazon menyebut kebijakan pemerintah keliru karena mencegah pekerja profesional yang memiliki kemampuan tinggi, berkontribusi dalam pemulihan ekonomi AS yang sedang terpuruk.

"Kami berterima kasih pada karyawan Amazon yang datang dari seluruh dunia ke AS untuk berinovasi dalam produk dan layanan baru bagi pelanggan kami," terangnya.

Kritik keras juga dilayangkan pihak Google. CEO Google, Sundar Pinchai, beranggapan, imigran tidak hanya memicu terobosan teknologi dan menciptakan bisnis serta pekerjaan baru tetapi juga memperkaya Amerika.

"Kecewa dengan deklarasi hari ini - kami akan terus bersama dengan imigran dan bekerja untuk memperluas kesempatan bagi semua," kata Sundar Pinchai, lewat akun Twitter.

Chief Counsel Microsoft, Brad Smith mengatakan sekarang bukan waktunya untuk memecah belah bangsa dari talenta dunia atau menciptakan ketidakpastian dan kegelisahan.

"Imigran memainkan peran penting di perusahaan kita dan mendukung infrastruktur kritis negara kita. Mereka berkontribusi pada negara ini pada saat kita sangat membutuhkannya," jelasnya.

Sementara itu, Facebook mengatakan pengumuman Trump mencoba memanfaatkan pandemi untuk membatasi imigrasi tetapi akan membuat pemulihan ekonomi negara lebih sulit.

BACA JUGA: Donald Trump Perpanjang Larangan Kerja Sama dengan Huawei hingga Mei 2021

Menurutnya, Amerika Serikat adalah negara tempat bekumpulnya para warga negara lain (multination) dan negara ekonomi. Terpenting, menurutnya, Amerika Serikat diuntungkan dengan hal itu.

"Pemegang visa yang sangat terampil memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di Facebook dan di organisasi di seluruh negeri dan itu adalah sesuatu yang harus kita dorong, bukan batasi," tegasnya.

(sz)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya