Menpan RB Tjahjo Kumolo Wafat, Ini Jasanya di Dunia Teknologi Indonesia

Aprilia Khairul Amalia . July 01, 2022

Foto: Grid photo

Teknologi.id - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat (1/7/2022) pukul 11.00 WIB di RS Abdi Waluyo Jakarta Pusat, setelah dirawat selama beberapa hari di rumah sakit akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.

Wafatnya Menteri Tjahjo tentu telah meninggalkan duka yang mendalam bagi negara dan masyarakat Indonesia, termasuk bagi para inovator dan perintis teknologi di Indonesia.

Hal ini karena, mantan Sekretaris Jenderal PDI-P tersebut dikenal sangat antusias dan berdedikasi dengan transformasi digital dan reformasi birokrasi di Indonesia. Sejak menduduki posisi Menpan-RB, Tjahjo Kumolo juga perlahan membenahi kesenjangan adopsi penggunaan teknologi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pembenahan kesenjangan adopsi penggunaan teknologi di kalangan ASN telah dilakukan pada awal tahun 2020 sejak pandemi COVID-19 melanda. Menurutnya, munculnya pandemi Covid-19 tidak boleh menjadi penghalang aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja secara profesional dan lebih produktif dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat diharapkan tetap mampu menjalankan kewajibannya meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga: Mahasiswa Asal Jember Jadi Pekerja WNI Pertama di Tesla Jerman

Pemerintah dan seluruh ASN kini dapat menggunakan teknologi informasi untuk tetap menjalankan tugas mereka darimana saja. Selain itu, pembagian sistem kerja ASN dengan work from home dan work from office juga tidak mengurangi kualitas pelayanan yang diselenggarakan pemerintah. 

Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu alternatif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan layanan di tengah pandemi, sehingga tetap meminimalisir pertemuan tatap muka antar pemohon dan penyedia layanan. Tjahjo juga menegaskan jika literasi dan kultur digital perlu ditingkatkan dalam pengembangan kompetensi ASN. 

Mengingat saat ini telah memasuki era serba digital, serba instan, tidak selalu harus berada di kantor untuk bekerja, dan tidak selalu berada di Pusdiklat untuk belajar. ASN juga dapat mengatur pertemuan secara online, menggunakan aplikasi bisnis, menyediakan layanan real-time, hingga mengurus administrasi secara digital.

Menurut Tjahjo Kumolo, pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan transformasi digital di Indonesia, termasuk ASN. Untuk itu, pemerintah terus berupaya membangun Smart ASN yang berintegritas, profesional, dan kompeten, berdaya melayani serta menguasai IT dengan baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, kementerian PAN RB  membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Pada tahun 2024 yang akan mendatang, terdapat sekitar 23% ASN di tingkat pusat yang segera memasuki masa pensiun. Dengan demikian, para ASN tersebut sekarang tidak bisa dipensiunkan dini secepatnya. Almarhum Tjahjo Kumolo berharap bahwa di masa yang akan mendatang cara kerja jabatan fungsional akan lebih cair dan kolaboratif. Ia percaya bahwa upaya kolaboratif ini adalah sebuah bentuk konsolidasi kekuatan untuk memecahkan masalah lintas sektor, disiplin, skill, dan keahlian.

Baca juga : Aplikasi MyPertamina Dapat Bintang 1 di Play Store, Ada Apa?

Almarhum Tjahjo Kumolo dan jajarannya sejak awal telah mencanangkan prinsip SMART ASN untuk mewujudkan Birokrasi 4.0 berbasis teknologi digital. Tjahjo Kumolo juga telah melakukan beberapa upaya untuk mempercepat adaptasi perubahan melalui transformasi digital di Indonesia.

Pertama, dengan memperkuat budaya kerja dan pemberi kerja, mempercepat peningkatan sumber daya manusia, meningkatkan kinerja dan sistem penghargaan. 

Selanjutnya, dengan mengembangkan bakat dan karir, memperkuat inovasi, teknologi dan analisis serta struktur kerja dan perencanaan pengadaan sumber daya manusia. 

Pada pengembangan kompetensi ASN, menurutnya juga harus didasarkan pada kebutuhan instansi dan kebutuhan nasional yang dijabarkan dari prioritas pembangunan nasional yang terkandung dalam visi, misi, kebijakan, dan strategi sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang tertuang dalam Perpres No. 18/2020.

Kemenpan RB di bawah Tjahjo Kumolo juga dipuji karena telah merekrut banyak ASN milenial yang paham dan akrab dengan teknologi. ASN milenial harus menjadi salah satu badan pemerintahan untuk mewujudkan pemerintahan kelas dunia pada tahun 2024.

Kehadiran ASN milenial di pemerintahan juga dapat memberikan dampak positif bagi generasi ASN generasi lama, terutama dalam hal adopsi teknologi.

(AKA)

author1
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar