Zoom Kenakan PPN untuk Tarif Langganan Mulai 1 Oktober

Rima Fidayani Rizki . September 20, 2020

Foto: TechRadar

Teknologi.id - Per 1 Oktober, Zoom akan kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ke dalam tarif berlangganan kepada pelanggan berbayar mereka.

Baca Juga: Mode Picture-in-Picture di iOS 14 tak Lagi Didukung YouTube?

Terdapat beberapa pilihan tarif berlangganan bulanan yang disediakan Zoom, yaitu gratis untuk akun Basic, 14,99 dolar (setara dengan Rp222.000) untuk akun Pro, serta 19,99 dolar (setara Rp296.000) untuk akun Business dan Enterprise.

"Dengan ini kami ingin memberitahukan bahwa Zoom Video Communications Inc (Zoom), mulai dari atau tidak lama setelah tanggal 1 Oktober 2020, akan mengenakan PPN atas penjualannya kepada pelanggan di Indonesia," tulis Zoom melalui e-mail kepada para pelanggannya, dilansir dari Antara, Senin (21/9).

Pemungutan PPN atas barang dan jasa digital ini telah diumumkan kembali oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada awal September. Terdapat 12 perusahaan yang akan dikenakan PPN 10 persen dari harga sebelum pajak pada gelombang kedua ini, termasuk di dalamnya LinkedIn Singapore Pte. Ltd, McAfee Ireland Ltd, Microsoft Ireland Operations Ltd dan Mojang AB, Novi Digital Entertainment Pte. Ltd, dan PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd.

Perusahaan lainnya yang turut dikenakan PPN 10 persen yaitu Skype Communications SARL dan Twitter Asia Pacific Pte. Ltd, Twitter International Company, Zoom Video Communications Inc, PT Jingdong Indonesia Pertama, dan PT Shopee International Indonesia.

Baca Juga: Microsoft Surface Duo Lulus Uji Ketahanan JerryRigEverything

Dalam e-mail tersebut, Zoom meminta kepada pelanggan berbayar mereka untuk mengirimkan data terkait PPN ini, yaitu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nama lengkap, dan alamat e-mail yang terdaftar di Ditjen Pajak.

(rf)

author
0 orang menyukai ini
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar

Berita Menarik Lainnya