Jokowi Kerja Sama dengan Elon Musk untuk Buat Low Earth Satelite Orbit RI

Obi Ramdhani . July 11, 2022
Source : voi.id


Teknologi.id - Baru-baru ini kerjasama antara presiden Indonesia Joko Widodo dengan bos Tesla yaitu Elon Musk telah terjalin, kerjasama ini dimaksudkan untuk membangun sebuah infrastruktur digital di Indonesia. Hal ini seperti yang telah dikatakan oleh menteri koordinator bidang perekonomian Indonesia yaitu bapak Airlangga Hartanto, beliau menyebutkan bahwa project yang akan digarap bersama CEO Tesla tersebut diberi nama Low Earth Satelite Orbit.

Bapak Airlangga Hartanto mengatakan dalam acara leader talk bahwa "sekarang sedang dikembangkan prototyping, apa yang bapak presiden bertemu dengan Elon Musk itu merupakan sebuah revolusi di bidang infrastruktur digital yang mereka beri nama Low Earth Satelite ".

Baca juga : RI Tersingkir, Netizen +62 Serbu Instagram Asosiasi Sepakbola Thailand

Iya juga mengungkapkan bahwa dengan adanya pengembangan di bidang infrastruktur ini tentu saja akan membuat sektor industri dan juga digital akan bergabung atau saling terhubung, karena Low Earth Satelite Orbit ini akan menjadi sebuah game charger atau pengubah permainan di negara kepulauan seperti Indonesia.

" Karena kita mempunyai 17.000 pulau Jadi tidak mungkin 17.000 pulau itu disambung dengan fiber optik, jadi kota-kota besar yang menggunakan fiber optik ini tentunya punya blank spot, dan blank spot ini akan diisi dengan Low Earth Satelite Orbit "

Akselerasi inovasi teknologi serta transportasi digital saat ini menjadi salah satu strategi utama pada perubahan ekonomi Indonesia, Airlangga menilai bahwa potensi dari ekonomi digital di Indonesia memiliki prospek yang cukup baik jika dioptimalkan.

Starlink, perusahaan satelit internet dari SpaceX, mentargetkan untuk mengirimkan 42.000 satelit, ke orbit rendah Bumi dalam belasan tahun ke depan. Hingga tahun ini saja, perusahaan internet milik Elon Musk itu sudah meluncurkan sekitar 2.200 satelit.

Namun dalam jangka waktu 5 tahun kedepan proyek yang sudah dimulai dari tahun 2019 ini diharapkan sudah bisa mengirimkan lebih dari 4000 satelit pada Low Earth Satelite Orbit, dan jika semuanya sudah dipasang hal ini akan membuat seluruh penjuru bumi akan dapat menikmati layanan internet dari Starlink.

Baca juga : Infinix Note 12 5G dan Note 12 Pro 5G Dirilis, Ini Spesifikasi dan Harganya

Adapun menurut laporan dari satelitmap space tampilan real Time dari konstelasi satelit sangatlah rumit bahkan terlihat bahwa satelit sudah hampir menyelimuti permukaan bumi, hal ini bisa dilihat dari titik-titik yang ada di luar angkasa.

Posisi satelit pada orbitnya sendiri memiliki tiga macam yaitu yang pertama adalah Low Earth orbit (LEO) yaitu sekitar 500-2000 km di atas permukaan bumi, lalu selanjutnya ada medium earth orbit (MEO) ya itu sekitar 8000-20.000 km di atas permukaan bumi, lalu yang terakhir ada geostasionery orbit (GSO) berada pada ketinggian 35.786 Km diatas permukaan bumi.

Untuk saat ini Starlink hanya bisa melayani mayoritas konsumen dari negara Amerika Utara dan memiliki sekitar 500.000 pelanggan, diperkirakan sekitar 80% pengguna ada di Amerika Utara dan sisanya berada di negara lain seperti Australia, Selandia baru dan bahkan Eropa.

Untuk Indonesia, Starlink tidak melayani penduduk atau penjualan ritel berlangganan. Starlink diizinkan berlabuh di Indonesia hanya untuk melayani jaringan tetap tertutup PT Telkom Satelit Indonesia

(OR)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar