BRIN Ciptakan Tes Covid-19 Metode RT-LAMP, Lebih Murah dari PCR

Fabian Pratama Kusumah . January 18, 2022

Foto: BRIN

Teknologi.idBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuat metode baru untuk tes Covid-19 yang dinamakan RT-LAMP (reverse transcription loop mediated isothermal amplification).

Peneliti di Pusat Riset Kimia BRIN, Tjandrawati Mozef mengatakan hasil tes Covid-19 berbasis molekuler dengan menggunakan metode RT-LAMP diperoleh lebih cepat, yakni kurang dari satu jam.

RT-LAMP menggunakan sampel ekstrak RNA hasil usap (swab) hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dan akurasi yang baik. "Reaksinya itu satu jam sampai dengan terdeteksi," kata Tjandrawati.

Tjandrawati Mozef, mengatakan, RT-LAMP mampu mendeteksi virus Covid-19, termasuk varian Delta dan Omicron.

“Sampel Omicron baru muncul di Indonesia pertengahan Desember tahun lalu, pertama kali data Whole Genome Sequence (WGS)-nya muncul . Hasil penelitian kami, sampel Omicron masih terdeteksi oleh Kit-RT-LAMP,” jelas Tjandrawati.

Tjandrawati mengatakan, dalam proses pengembangannya BRIN melihat teknologi RT-LAMP sebagai alternatif yang amat potensial dalam proses pendeteksian Covid-19.

Sebab, meski sama-sama menggunakan metode molekuler, dari sisi fasilitas dan bahan-bahan yang diperlukan penggunaan RT-LAMP dapat lebih murah jika dibandingkan dengan PCR.

"Di antara metode molekuler yang ada, kenapa kami mengembangkan RT LAMP ini karena memang dari sisi fasilitas dan bahan-bahan yang diperlukan itu kami melihat adanya peluang untuk itu bisa lebih murah.

“Tapi kalau kisaran berapa, itu sepenuhnya wewenang dari pihak mitra," ujar Tjandrawati. Namun untuk perkiraan harga masih di atas swab antigen namun di bawah swab PCR.

"Kalau dibandingkan dengan swab antigen, ini perkiraan ya, di atas swab antigen. Kalo dibandingkan dengan RT-PCR ini bisa jadi lebih murah dari RT PCR," ungkap Kepala Pusat Riset Kimia BRIN, Yenny Meliana.

Tjandrawati mengatakan RT-LAMP lebih unggul dibandingkan dengan PCR karena  tidak memerlukan alat deteksi yang mahal.

Baca juga: Polri Buat Aplikasi Monitoring Karantina, ini Cara Kerjanya

Harga kitnya pun dapat lebih murah daripada PCR. Saat ini, kata dia alat PCR banyak digunakan sebagai metode standar dalam mendeteksi Covid-19. Namun, hasil dari pengujiannya lebih lama.

Menurut Tjandrawati, perbedaan RT LAMP dengan PCR adalah dalam proses amplifikasi gen target.

Reaksi RT-LAMP berlangsung secara isotermal atau suhu konstan sehingga tidak memerlukan alat thermocycler atau alat PCR.

RT-LAMP menggunakan sampel ekstrak RNA hasil usap hidung yang dapat dideteksi secara kualitatif dengan melihat adanya presipitasi dengan akurasi yang baik.

(fpk)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar