Orang Terkaya di Asia Kecanduan ChatGPT

Cahyaning Tyas Agpri . January 26, 2023

Foto: CNN Business

Teknologi.id - Orang terkaya di Asia, Gautam Adani, mengatakan bahwa ia kecanduan ChatGPT. ChatGPT merupakan alat AI baru dan ampuh dalam berinteraksi dengan cara percakapan yang meyakinkan juga menakutkan kepada penggunanya.

Gautam Adani adalah orang terkaya ketiga di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari USD120 miliar atau setara dengan RP1.794 triliun. Hal tersebut membuat Adani berada di atas Jeff Bezos dan juga Bill Gates.

Saham tujuh perusahaan Adani terdaftar di berbagai sektor, mulai dari pelabuhan hingga pembangkit listrik, telah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, Adani juga sedang mempertimbangkan untuk membawa lima bisnis baru ke pasar saham dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: Cara Edit Video TikTok yang Sudah Terlanjur Diupload

Dilansir dari CNN Business, taipan India berusia 60 tahun itu mengatakan pada unggahan LinkedIn-nya bahwa peluncuran ChatGPT adalah momen transformasional dalam demokratisasi AI, mengingat kemampuannya yang luar biasa serta kegagalan yang lucu. Gautam Adani juga mengakui kalau ia "kecanduan" dengan ChatGPT sejak mulai menggunakannya.

ChatGPT yang dikembangkan oleh perusahaan riset artificial intelligence (AI), OpenAI, untuk masyarkat umum pada akhir tahun lalu telah memicu perbincangan tentang bagaimana layanan AI generatif seraca radikal dapat mengubah cara hidup dak kerja manusia.

Munculnya ChatGPT membawa banyak perdebatan. Beberapa mengklaim bahwa ChatGPT akan membuat seniman, tutor, pembuat kode, hingga penulis kehilangan pekerjaannya. Namun, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa dengan kehadiran ChatGPT akan memungkinkan pekerja menangani daftar tugas dengan lebih efisiensi yang lebih besar.

Baca juga: TikTok Akui Karyawannya Bisa Tingkatkan Penayangan Video Tertentu Agar FYP

Hampir lima dekade yang lalu, perintis desain chip dan produksi chip skala besar menempatkan AS lebih maju dari negara lainnya. Hal tersebut menyebabkan banyak negara mitra dan raksasa teknologi seperti Intel, Qualcomm, TSMC, dan lainnya saling berlomba menciptakan chip terbaik. 

Menurut Adani, AI generatif akan memiliki potensi dan bahaya yang sama besarnya seperti chip silikon. Nantinya, perlombaan di bidang AI generatif akan segera menjadi kompleks seperti perlomabaan chip silikon yang sudah berlangsung sejak lama.

(cta)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar