Hanya Dengan Selfie, AI Ini Dapat Diagnosa Penyakit Genetik

Fikriah Nurjannah . February 14, 2022

foto : republicworld.com

Teknologi.id - Tim University of Bonn mengklaim bahwa alat analisis wajah baru dapat benar-benar mendeteksi sinyal peringatan penyakit langka.

Saat seseorang tidak sehat, orang tersebut biasanya dapat mengetahui bahwa dirinya sedang tidak enak badan dengan melihat wajahnya. Namun, dalam hal penyakit langka hal tersebut tidak sesederhana itu. Kecerdasan buatan atau AI, menurut para ahli Jerman, mungkin dapat mengubah semua hal tersebut.

Hanya dengan sebuah potret wajah seseorang dan menganalisis ciri-ciri wajah orang tersebut, Tim University of Bonn mengklaim bahwa alat analisis wajah baru dapat benar-benar mendeteksi sinyal peringatan penyakit langka.

“Dalam rilis universitas, Profesor Dr. Peter Krawitz dari Institut Statistik Genomik dan Bioinformatika (IGSB) di Rumah Sakit Universitas Bonn mengatakan bahwa, "Tujuannya adalah untuk mendeteksi penyakit tersebut pada tahap awal dan memulai terapi yang tepat sesegera mungkin."

Sebagian besar penyakit yang tidak umum disebabkan oleh mutasi genetik. Selain itu, masing-masing kelainan genetik langka ini biasanya disebabkan oleh mutasi keturunan dan mempengaruhi tubuh dalam beberapa cara.

Namun, sebagian besar penyakit genetik langka tersebut juga menghasilkan ciri wajah yang berbeda. Jika seseorang memiliki penyakit genetik, pangkal hidung atau pipinya, misalnya, mungkin memiliki bentuk yang khas. Meski begitu, munculnya perubahan tersebut bervariasi dari penyakit ke penyakit.

AI yang baru dikembangkan ini mengevaluasi perubahan visual kecil tersebut, lalu menghitung kesamaan, dan kemudian secara otomatis menghubungkannya dengan gejala klinis dan data genetik pasien individu.

Selain itu, Tzung-Chien Hsieh dari tim Krawitz menambahkan bahwa wajah memberi kita titik awal untuk diagnosa. Dengan tingkat akurasi yang tinggi, AI tersbeut mampu menghitung apa penyakitnya, kata Hsieh.


Baca Juga : Selain Ada Fitur Baru, Tinder Juga Dukung “Get Boosted Now”

Sistem AI yang luar biasa ini, bernama "GestaltMatcher," dan hanya membutuhkan beberapa pasien untuk dapat mengenali gejala peringatan penyakit dengan benar.

AI ini memiliki manfaat yang besar ketika hal tersebut menyangkut penyakit langka. Hanya ada beberapa kasus yang dikonfirmasi dari beberapa penyakit di seluruh dunia.

Selain itu, manfaat lain yang perlu diketahui adalah bahwa AI dapat memperhitungkan kesamaan di antara pasien yang belum menerima diagnosis formal. Oleh karena itu, AI juga ini dapat memperhitungkan sifat penyakit yang mungkin tidak disadari oleh dokter.


Kualitas Kemungkinan Gestalt Matcher Kenali Penyakit yang Sebelumnya Tidak Disadari Oleh AI

Kualitas ini memungkinkan GestaltMatcher mengenali penyakit yang sebelumnya tidak disadari oleh AI. Hal ini berarti kita saat ini dapat mengklasifikasikan penyakit yang sebelumnya belum ditemukan, mencari kasus lain, dan memberikan petunjuk dasar molekuler, jelas Krawitz.

Selama percobaan, tim menggunakan foto dari 17.560 pasien. FDNA, sebuah startup kesehatan digital, menyumbangkan sebagian besar foto, dengan 5.000 foto lainnya berasal dari Institut Genetika Manusia Universitas Bonn dan sembilan universitas lainnya.

Disamping itu, FDNA membantu para penulis studi dalam pembuatan layanan web yang membuat GestaltMatcher lebih mudah digunakan. Para peneliti juga memilih untuk fokus pada pola penyakit terluas yang bisa dibayangkan.

Pada akhirnya, mereka mengamati 1.115 kelainan langka yang berbeda. Keberagaman besar dalam penemuan tampilan tersebut dapat memberikan pelajaran dan mendidik AI dengan sangat baik. Krawitz juga melanjutkan, sehingga kami saat ini dapat mengidentifikasi dengan relatif percaya diri, dan bahkan hanya dengan hanya dua pasien sebagai dasar terbaik kami, jika hal itu memungkinkan.


Baca Juga : Planet Baru Ditemukan di Sekitar Bintang Terdekat Matahari Kita

"Kami senang memiliki opsi analisis fenotip untuk kasus ultra-langka," kata Aviram Bar-Haim dari FDNA Inc. "Ini akan membantu dokter memecahkan kasus sulit dan peneliti memajukan pemahaman penyakit langka."

Menurut Krawitz, penyebaran GestaltMatcher di kantor medis setempat tidak jauh. Dokter Jerman mungkin sudah menggunakan smartphone mereka untuk mengambil foto wajah pasien dan kemudian menggunakan AI untuk membuat diagnosis banding.

Selain itu, penulis studi menulis, GestaltMatcher membantu dokter dalam membuat penilaian dan melengkapi penilaian ahli. Penulis penelitian ini juga menyumbangkan database mereka ke Association for Genome Diagnostics (AGD), sebuah organisasi nirlaba. Serta temuan ini dipublikasikan pada Nature Genetics.

(fnj)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar