Pemerintah Taiwan dan New York Larang Penggunaan Zoom

Alda Yuriska . April 08, 2020

zoom 2020

Foto: Unsplash

Teknologi.id - Wabah COVID-19 yang merebak hampir di seluruh dunia membuat para pekerja harus melakukan Work From Home (WFH) untuk mengurangi penyebaran wabah tersebut.

Hal ini menjadikan aplikasi telekonferensi Zoom pun ikut menjadi suatu kebutuhan khusus bagi para pekerja demi melancarkan program WFH yang tengah di terapkannya.

Namun ternyata Zoom telah mengecewakan para penggunanya lantaran terdapat beberapa permasalahan terkait lemahnya sistem pengamanan aplikasi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan maraknya kasus Zoom Bombing.

Baca Juga: iPhone 9 Muncul di E-commerce JD.com, Pertanda Segera Dirilis?

Permasalahan ini tak pelak membuat pemerintah Taiwan dan New York melarang penggunaan aplikasi telekonferensi ini.

Seperti yang dilansir oleh Chalkbeat, Departemen Pendidikan kota New York menerima sejumlah laporan yang berkaitan dengan isu keamanan di aplikasi Zoom.

"Mengacu pada ulasan DOE atas beberapa laporan yang masuk, kami tidak akan lagi mengizinkan penggunaan Zoom (di ranah pendidikan) untuk saat ini," tulis memo yang berisi pernyataan dari Departemen Pendidikan kota New York.

Dalam penanganan kasus ini, Departemen Pendidikan kota New York mendesak guru-guru untuk beralih ke sistem yang lebih aman seperti Microsoft Team atau Google for Education sesegera mungkin.

Baca Juga: Zoom Banyak Masalah, Kominfo Siapkan Aplikasi Video Conference Alternatif

Tak hanya New York yang mengambil langkah mengenai aplikasi ini, Taiwan pun melarang seluruh lembaganya menggunakan Zoom sebagai sarana rapat online selama masa karantina Covid-19.

Permerintah Taiwan menyarankan alternatif lain seperti software dari Google dan Microsoft karena aplikasi-aplikasi tersebut dinilai pemerintah Taiwan minim risiko keamanannya.

"Saat ini, semua penyedia layanan informasi internasional utama menyediakan peranti lunak gratis selama epidemi, seperti Google atau Microsoft. Di bawah penilaian risiko keamanan, (ini) dapat dipertimbangkan untuk digunakan,” tulis pengumuman pemerintah Taiwan, dikutip Business Insider.

(ay)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar