'Balas' AS, Cina Hapus TripAdvisor Karena Langgar Aturan

Rima Fidayani Rizki . December 10, 2020

Foto: BBC

Teknologi.id - 'Perang' antara Amerika Serikat (AS) dan Cina semakin memanas. Setelah aplikasi TikTok dilarang di Negeri Paman Sam tersebut karena pernyataan Donald Trump, Cina 'membalas' perlakuan Amerika Serikat tersebut dengan memblokir sejumlah aplikasinya.

Baca Juga: Dituding Monopoli, Facebook Terancam Harus Lepaskan WhatsApp

Sebanyak 105 aplikasi diblokir oleh Cina karena adanya kampanye soal pembersihan toko aplikasi di negara itu yang dianggap menyebarkan konten terkait dengan pornografi, prostitusi, perjudian, dan kekerasan. Salah satu aplikasi yang ikut terkena imbas pemblokiran tersebut adalah TripAdvisor. 

Sebelumnya, Trump mengeluarkan larangan TikTok karena menurutnya TikTok merupakan aplikasi yang berbahaya, dan mengancam keamanan nasional. Tidak peduli beberapa kali pihak TikTok menyanggah tuduhan tersebut, Trump tetap bersikeras bahwa TikTok berbahaya.

Menurut Cyberspace Administration of China, selaku otoritas keamanan siber Cina, aplikasi perjalanan asal AS tersebut bersama dengan 104 aplikasi lainnya dianggap telah melanggar salah satu dari tiga undang-undang dunia maya, sebagaimana dilansir dari BBC, Kamis (10/12). Namun, tidak ada informasi lebih rinci mengenai pelanggaran tersebut.

Ruang siber di negeri tirai bambu memang sangat ketat diatur. Jika terdapat pelanggaran, hukuman akan diberikan baik untuk aplikasi yang dioperasikan oleh perusahaan domestik maupun asing. Oleh karena itu, otoritas berkomitmen untuk terus mengatur regulasi aplikasi dan menghapus aplikasi yang menyalahi aturan.

Kampanye pembersihan toko aplikasi tersebut telah dimulai sejak 5 November oleh pihak berwenang, menyusul reaksi keras dari masyarakat umum terhadap konten yang dianggap menyinggung.

Baca Juga: 5 Platform Digital untuk Anda yang Hobi Menulis

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai penghapusan TripAdvisor. Aplikasi TikTok sendiri masih digunakan hingga kini di Amerika Serikat karena pemblokirannya ditentang oleh pengadilan AS. 

(rf)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar
Berita Terpopuler