Solusi Atasi Polusi Udara di Jakarta, Gedung Tinggi Wajib Dipasang Water Mist

Ni'matul Rihhadatil Aisy . August 30, 2023

Foto: RRI


Teknologi.id – Polusi udara yang semakin hari semakin bertambah di DKI Jakarta menimbulkan masalah yang cukup serius terkait kesehatan warga.


Pemerintah pun berusaha mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Baru-baru ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewajibkan gedung tinggi untuk memasang water mist di atas gedungnya.

 

Sebelum kebijakan tersebut diumumkan, pemerintah telah berupaya mengurangi polusi dengan cara menyemprotkan air ke jalan. Akan tetapi cara tersebut dinilai tidak efektif untuk menekan polusi udara. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemasangan water mist untuk menyemprotkan air dari atas gedung, yang dirasa efektif mengurangi polusi.

 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan Kemenko Marves, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan BMKG terkait uji coba penggunaan water mist generator. Uji coba tersebut telah dilakukan di gedung Pertamina.


Kemudian, ketika penyemprotan dari atas gedung dilakukan, terbukti dapat menurunkan kadar PM 2,5. Sebab itulah dengan penyebaran yang masif dari pemasangan water mist, diharapkan jangkauannya juga meluas, terlebih dengan banyaknya gedung tinggi yang berada di Jakarta.

 

Baca Juga: Heata, Startup Asal Inggris yang Olah Limbah Panas dari Cloud Computing


Alat water mist generator ini dianggap mudah untuk dibuat dan disebut tidak terlalu mahal juga, Berdasarkan penjelasan BRIN, harganya berkisar Rp 50 juta untuk 1 unit.

 

Pejabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono kepada wartawan mengucapkan, “Itu wajib, cukup. Itu mau semua, itu kan (alat water mist) tidak telalu mahal juga.”

 

Lalu, Pj Gubernur DKI Jakarta tersebut menyampaikan jika pembelian alat water mist ditanggung masing-masing pemilik gedung perusahaan tanpa adanya bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

“Tidak ada (bantuan dari APBD). Beli masing-masing. Namanya kondisi kekeringan, cuaca panas kan tidak tahun ini saja. Tahun depan ketemu lagi,” ucapnya.

 

Heru juga menambahkan, “Apalagi BMKG menyampaikan di Maret tahun depan sudah memasuki musim panas. Jadi itu sudah standar yang setiap tahun ketika musim kering atau musim panas, ada polusi, ya itu digunakan.”

 

Hingga saat ini, Heru menyebut ada sejumlah 300 gedung yang akan melakukan water mist dari atap gedungnya yang nantinya air yang akan disemprotkan berupa kabut. Gedung-gedung ini termasuk gedung milik perusahaan swata, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

 

Sebagai tindakan pertama, Pemprov DKI Jakarta akan memasang water mist generator di kantor-kantor pemerintahan lebih dahulu. Khususnya Gedung Balai Kota DKI Jakarta yang menjadi prioritas utama.

 

Baca Juga: Inovasi Google DeepMind Lindungi Karya AI Generatif dengan Teknologi Watermark!


Solusi Mengatasi Polusi Udara Di Jakarta


Tak hanya solusi untuk menggunakan water canon dan water mist yang dipasang di gedung-gedung tinggi. Sebelumnya, Pemprov DKI telah berkolaborasi dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengenai penegakan hukum dan peringatan untuk para pelaku industri yang diduga mengeluarkan emisi di luar batas.

 

Selanjutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melaksanakan uji coba razia kepada kendaraan yang tidak lolos uji emisi sesuai standar kota DKI Jakarta yang dimulai pada 25 Agustus 2023 lalu. Uji coba razia tersebut belum dikenakan sanksi denda, karena sifatnya yang masih untuk bersosialisasi. 

 

Dilansir dari laman Bisnis, Perekayasa Ahli Utama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Tri Handoko Seto, berpendapat ada pilihan lain yang juga efektif dalam menanggulangi masalah ini, yaitu modifikasi cuaca yang bisa terjadi jika ada banyak awan. Akan tetapi, awan yang tumbuh saat ini sangat sedikit sehingga cara ini sulit untuk dilakukan.

 

Berikutnya, cara untuk mengatasi polusi udara adalah dengan rekayasa atmosfir. Dimana pada ketinggian tertentu, suhu diubah yang membuat polutan terangkat ke atas. Alhasil, polusi di permukaan bisa berkurang.

 

Tri Handoko Seto, kembali menambahkan bila metode seperti water canon, water mist, dan modifikasi cuaca bisa diterapkan namun efektivitas dari metode tersebut kembali bergantung pada kondisi cuaca yang dihadapi saat ini.

 

Menurut prediksi BMKG, Jakarta akan mengalami kondisi sangat kering di bulan September, sehingga ancaman polusi diperkirakan akan meningkat pada bulan tersebut. Kondisi cuaca yang kering ini pun bisa terjadi hingga bulan Oktober.



Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News.

(NRA)


Share :