Jubah Militer Israel Ini Buat Tentara Tak Terlihat

Muhammad Iqbal Mawardi . June 29, 2021

Foto: JNS

Teknologi.id – Polaris Solutions yang merupakan perusahaan pembuat alat pertahanan asal Israel tengah mengembangkan produk teknologi kamuflase yang membuat tentara Israel tidak terlihat. Tak hanya tak terlihat, bahkan jubah ini tidak terdeteksi saat berada di medan perang.

Produk yang menyerupai jubah ini disebut Kit 300. Produk ini dikembangkan Polaris Solutions bersama Kementerian Pertahanan Israel.

Kit 300 ini berbahan dasar material thermal visual concealment (TVC) yang terdiri atas logam, polimer, dan serat mikro. Berkat teknologi TVC, tentara yang memakainya jauh lebih sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, dan sulit dideteksi oleh peralatan pencitraan termal.

Polaris Solutions mengatakan bahwa tidak ada jubah kamuflase di pasaran saat ini yang teknologinya mendekati atau menyerupai Kit 300. Jubah ini juga dapat dipakai untuk berbagai skenario militer.

Baca juga: Menilik Tank Merkava, Senjata Israel untuk Gempur Palestina

Setiap lembar jubah dibekali warna berbeda di setiap sisi: satu untuk vegetasi lebat, dan lainnya untuk lanskap yang mirip gurun. Perusahaan dapat menyesuaikan pola dan warna sesuai kebutuhan klien dan wilayah geografis.

"Sejauh yang kami tahu, atau sejauh yang kami lihat pada tentara lain di seluruh dunia, Kit 300 kami sangat unik," ucap Asaf Picciotto, CEO Polaris Solutions.

Jubah ini juga bisa dilipat menjadi gulungan yang ringkas dan tahan air. Ia juga dirancang untuk dapat menopang beban berat hingga 250 kg. Selain itu, jubah ini juga dapat dijadikan tandu untuk membawa tentara yang terluka di medang perang.

Polaris Solutions juga memungkinkan Kit 300 agar bisa dimanfaatkan sebagai belat untuk membalut tulang yang patah, atau untuk selimut hipotermia.

"Produk kami sedang diuji oleh beberapa unit negara, yang tidak dapat saya sebutkan, dan kami memiliki beberapa operasi bersama di sana," ucap Picciotto.

Ide mengembangkan teknologi ini lahir pada 2006 selama Perang Lebanon Kedua. Kala itu, Picciotto yang merupakan tentara Israel Defense Forces (IDF), melihat bahwa tentara di lapangan butuh perlindungan khusus atas kamera termal dan perangkat pengintai di malam hari.

(MIM)

Share :